CaraMemasang Lampu Halogen pada Motor. Sebelum masuk ke cara memasang lampu halogen pada motor tentunya anda tahu bahwa lampu halogen memiliki beberapa kelebihan yang lebih efektif dari lampu motor standar keluaran pabrik. Beberapa diantaranya adalah jenis lampu halogen ini memiliki usia pakai yang sangat lama. Namunumumnya biker cuma memakai standar samping pas parkir. Padahal pemakaian standar samping di dalam pas yang lama mampu berdampak buruk pada motor. Akan lebih baik jika kamu memakai standar dua, bahkan jika motor akan di parkir untuk pas yang lumayan lama. Memang sih memakai standar tengah tidak semudah standar samping, namun ada beberapa Karyawantersebut juga menambahkan imbuhan berikut "Cara yang juga benar adalah dengan cara menekan poros tengah standar dengan kaki Anda dan tidak memaksanya terbuka sampai standar tegak," katanya. Ketika posisi dua titik standar tengah berada di bawah, tarik motor ke belakang dengan menahan braket motor. Foto dok. Istimewa. Nah pertanyaan seperti ini sering dilontarkan oleh beberapa pengendara pemula. Berikut ini alasan mengapa perlu melakukan standar tengah, di antaranya: 1. Untuk memanaskan motor. Untuk cara yang pertama sangatlah penting, karena sebelum melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor, ada baiknya melakukan pemanasan pada motor. Temukanvideo terbaik tentang PART 1. Memasang Jackstand Sebagai Alternatif Standar Tengah Kawasaki W175 - standar tengah kawasaki w175 , tonton video mobil terbaru, berita industri otomotif di autofun.co.id. CaraMemasang Per Standar Tengah MotorSebenarnya standar tengah motor yang keras bukan karena umurnya yang berkarat tapi karena debu dan air hujan hal terseb . Standar tengah pada sepeda motor. Foto dok. IstimewaBagi para pengendara pemula atau bahkan pengendara yang sudah lama, pasti sangat jarang untuk menggunakan standar tengah pada motor ini. Alasannya sendiri karena memang untuk cara pakai standar motor tengah ini memang tidak semudah dengan standar utamanya karena standar motor tengah lumayan berat dilakukan. Terutama bagi pemilik motor dengan keluaran lama. Tak heran standar ganda ini sering Pakai Standar Tengah Motor1. Yang pertama Anda memegang motor Anda seperti setang pada tangan kiri dan memegang behel pada tangan kanan. Posisinya Anda berada di samping kiri motor. Diusahakan standar samping masih ke bawah agar jika kehilangan keseimbangan akan tertolong oleh standar Lalu Posisikan motor Anda di bidang yang datar agar motor bisa seimbang. Tujuannya agar motor tersebut ringan ketika saat Selanjutnya injak tuas standar tengah dengan kaki kanan namun hal ini adalah pilihan opsional, namun kaki kanan mempunyai tenaga yang lebih kuat. 4. Setelah tuas standar dua-duanya menapak ke bagian datar, angkat kaki kiri perlahan saat kaki kanan menginjak tuas standar Tangan kiri menarik handle sebelah kiri ke arah belakang. Lalu tangan kanan membantu mendorong dengan gerakan ke arah Jika berhasil, posisikan sepeda motor sesuai dengan arah yang benar seperti memposisikan setang motor ke ke kiriAlasan Melakukan Standar TengahSejumlah sepeda motor terpakir. Foto dok. IstimewaNah pertanyaan seperti ini sering dilontarkan oleh beberapa pengendara pemula. Berikut ini alasan mengapa perlu melakukan standar tengah, di antaranya1. Untuk memanaskan motorUntuk cara yang pertama sangatlah penting, karena sebelum melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor, ada baiknya melakukan pemanasan pada motor. Berbeda dengan motor dahulu jika dengan standar samping motor masih bisa menyala, untuk motor pabrikan sekarang sudah mati otomatis jika tuas standar berada di jalan lainnya, Anda harus melakukan standar tengah agar Anda bisa melakukan aktivitas lain. Kan repot jika kita harus menaiki motor Anda hingga beres memanaskan Saat Memarkirkan motor dengan waktu yang lamaYang kedua, disarankan ketika memarkirkan motor dengan waktu yang lama atau parkir di luar menggunakan standar tengah. Hal ini agar standar samping Anda tidak mengalami kekeroposan terutama jika terkena hujan atau juga akan meminimalisasi motor jatuh ketika sedang terparkir. Tak heran bukan jika sedang memarkirkan motor di sebuah parkiran, pastikan ketika kita balik lagi posisi motor kita berada pada standar tengah. Standar samping motor tidak disarankan untuk pemakaian dalam waktu lama Foto Line Jakarta – Pada setiap sepeda motor umumnya terdapat dua bagian penyangga yaitu standar samping dan standar tengah. Standar samping seringkali digunakan karena praktis, tapi ternyata banyak kelemahannya. Alangkah lebih baik bila kita juga memakai standar tengah. Meskipun demikian, menggunakan standar samping tidak repot dan banyak memerlukan tenaga. Kita tidak perlu mengangkat motor, tinggal memasang standar dan memiringkan motor. Memasang Standar Samping Motor Lebih Mudah Standar samping paling gampang digunakan Foto ACA Standar motor yang berada di bagian samping kiri, fungsinya untuk menopang badan motor tapi tidak untuk jangka waktu lama. Karena berada di salah satu sisi, ketika menggunakan standar samping, motor akan menjadi miring ke sisi kiri. Dengan posisi miring seperti ini, motor mudah terjatuh apabila sedikit terdorong ke sisi kanan motor yang sedang parkir. Biasanya motor juga akan mudah sekali merosot ketika diparkir di tanah yang miring atau menanjak. Sebab, standar samping malah akan menjadi poros utama motor saat di parkir. Jadi bukannya mencegah motor meluncur, standar samping malah menjadi titik pusat motor bergerak. Karena adanya gaya gravitasi, motor akan cenderung mundur ke belakang saat parkir dengan kondisi motor sedang menanjak. Motor pun akan meluncur ke bawah dan kemudian oleng lalu jatuh ke sisi kanan yang tidak tersangga standar motor. Titik tumpu standar samping yang hanya berada di salah satu sisi. Maka sisi yang tanpa standar akan dengan mudah meluncur karena tidak ada tumpuan yang menghambat. Akibat Parkir Selalu Memakai Standar Samping Apabila menggunakan standar samping, artinya seluruh beban motor akan bertumpu pada satu titik samping saja. Dengan penggunaan jangka lama, standar samping itu akan bengkok di pangkal dan engselnya akibat menahan beban. Berdasarkan pengalaman kami, motor yang cuma memakai standar samping pun bikin shockbreaker depan mati sebelah. Ini terjadi di shock depan sisi kiri karena tumpuan yang tidak seimbang. Itulah mengapa, motor gede atau motor sport perlu memakai standar paddock saat parkir dalam waktu lama. Meskipun Repot, Standar Tengah Banyak Keunggulannya Standar tengah cukup kokoh dan stabil menyangga motor Foto Webike Bicara soal penyangga yang ideal, alangkah baiknya saat parkir kita menggunakan standar tengah. Dengan demikian motor akan berada dalam posisi tegak. Beban motor pun akan merata pada standar tengah dan roda depan. Kemudian, titik tumpuan berada tepat di tengah badan motor. Kedua sisi penyangga jelas memiliki titik tumpuan yang seimbang, sehingga kemungkinan motor jatuh ke samping akan sangat kecil sekali. Begitu juga ketika motor di parkir kan di kondisi tanah yang tidak rata atau menanjak. Motor akan seimbang, karena perbedaan tinggi, mungkin motor sesekali akan njot-njotan karena beban akan mencari titik tengah yang seimbang. Karena tersangga dengan baik maka resiko motor meluncur ke bawah juga sangat minim. Karena kedua sisi tumpuan standar, mampu menahan gaya gravitasi motor untuk meluncur. Repotnya Memasang Standar Tengah Motor Banyak orang yang hanya memakai standar samping karena lebih praktis Foto Seriau Tidak seperti standar samping, menggunakan standar tengah motor membutuhkan lebih banyak tenaga. Caranya bagian belakang motor sambil diangkat agar titik tumpu standar bisa terpasang sempurna. Baca juga Cara “Menjinakkan” Sepeda Motor Trail yang Benar Bagi Pemula Bagi orang yang postur badannya kecil atau kalangan perempuan lebih memilih menggunakan standar samping. Krena tidak memerlukan banyak tenaga. Demikian juga untuk motor sport yang tidak punya standar tengah, maka perlu memasang paddock. Akan sangat merepotkan untuk memasang paddock ini karena tidak bisa sendirian. Butuh satu orang untuk memasangnya dan seorang lainnya menahan motor. Penulis Yongki Editor Lesmana Post Views 8,777 “Negakkin standar tengah motor itu berat. Kamu gak kan kuat. Biar aku saja.” kata si Dilan ^_^ Artikel tentang cara menegakkan standar motor khususnya motor matic ini saya tulis bagi yang belum bisa. Ya, siapa tahu ada yang butuh info ini. Dan, karena ini pengalamanan pribadi, jadi tipsnya juga berdasarkan pengalaman pribadi, yes? Oke baiklah. Jadi beberapa waktu lalu motor yang biasa ngantar saya kemana saja itu berulah. Gak mau distarter. Kalau mau menyalakan harus pakai kick starter alias diengkol dulu. Dan itu artinya standar standar kaki dua itu lho harus tegak dulu baru bisa diengkol. Jelas ini merepotkan bagi saya yang tahunya cuma makai doang. *dilirik sinis montir motor. Ya, syukur-syukur kalau ada orang yang bisa dimintai tolong negakkin standar sama sekalian nyalain. Nah, kalau lagi sendirian, sementara motor harus nyala, terbayang dong repotnya? Masak harus didorong? Maka jadilah saya memaki-maki diri sendiri. Kenapa negakkin standar motor aja gak bisa? Mentang-mentang perempuan, trus beralasan gak kuat tenaga buat ngangkat motor? Oh, no way! Motor matic ini kan sengaja dirancang buat pemotor perempuan yang identik dengan lemah gemulai melambai. *eaa…siap-siap ditabok emak emak perkasa p* Jadi, intinya, kemungkinan besar hal satu ini juga bisa ditaklukkan oleh perempuan dong? *singsingkan lengan baju!* Maka mulailah saya menantang diri menaklukkan si standar dobel itu. *pssttt, emang selama ini ngapain aja, kok gak bisa negakkin standar motor? *cubit gemas diri sendiri.. eaaa… ^^ Awalnya sempat ragu. Dan rasa ragu inilah tantangan awal yang harus dienyahkan. Dalam hal apa pun ini berlaku sih ya. Secara psikologisnya ragu-ragu sama dengan tak percaya pada kemapuan diri sendiri. Padahal kalau lagi kepepet, macam kasus dikejar-kejar anjing atau lagi diterpa isu tsunami, eh tahu tahu kaki bisa diajak lari cepat yang kencangnya ngalahin angin. Dalam kondisi biasa mana bisa lari sekencang itu. Pernah mengalami hal serupa? Yak, jadi kekuatan “ingin” lah yang bisa menggerakkan kita, mengeluarkan tenaga cadangan yang selama ini tersimpan di balik rasa tak mampu. Hal tersebut juga berlaku untuk kasus menegakkan standar motor. Maka hal pertama yang harus dilakukan ialah pasang niat yang kuat untuk bisa menegakkan standar motor tampa bantuan siapa pun. Bayangkan saja, kita akhirnya berhasil. Kalau pun percobaan pertama, ketiga, kedelapan, gagal, yakinlah, ini hanya soal waktu dan keberanian saja. Lantas apa selanjutnya setelah yakin bisa? Rasakan itu motor menyatu dengan diri kita. Pakai perasaanlah bahasa lainnya. *benar-benar khas perempuan, kan? Hehe… ya, kalau gak pakai perasaan nanti malah motornya gak mau patuh. Mungkin juga bisa bagi yang tenaganya kuat, tapi cara ini maksa akan menguras energy dan beresiko tertimpa motor. *sakit sih, tapi malunya lebih gede lagi, ya, kan?* Selanjutnya, taruh/posisikan motor dalam posisi seimbang. Kaki kanan menginjak batang besi standar yang menjulur, dalam posisi siap menumpukan berat badan sepenuhnya. Pastikan kedua ujung standar berada dalam titik imbang, keduanya menyentuh lantai. Biasanya kalau sudah berada di titik imbang, motor tampa dipapah pun tak lagi limbung ke kiri atau ke kanan. Pakai perasaan untuk mengetahuinya, alias dirasa-rasa. Dan saya pikir, inilah titik krusialnya. Soalnya pernah kejadian saya nyaris tertimpa motor pas ditahap ini. Motornya oleng saat ditarik ke belakang gara-gara titik pijak tumpuannya bergeser. Untuk posisi tangan. Karena bagi saya megang stang malah bikin motor limbung saat ditarik ke belakang, maka saya gak pegang stang. Tangan kanan ada di pegangan belakang jok, dekat lampu rem. Tangan kiri bersiaga di pangkal jok depan. saya pernah lihat teman perempuan melakukan dengan cara begini, jadi cara ini memang efektif. Stang motor biarkan dalam posisi belok ke arah kiri atau kanan agar tetap stabil. Pastikan kedua tangan dalam posisi siap menarik ke belakang. Nah, setelah yakin kedua ujung standar di titik imbang, kedua tangan siap menarik, lalu injak batang besi, tumpukkan seluruh berat badan sambil menarik motor ke belakang dalam satu kali tarikkan. Jika pijakkannya kuat, menarik motor ke belakang akan terasa lebih ringan. Lalu, silakan diengkol kick starternya hingga mesin nyala. Begitulah cara saya akhirnya bisa menegakkan standar dobel motor. Motor berulah ternyata ada hikmahnya juga, jadi nambah skill *kibas poni…eaaa* Dan PR berikutnya, setelah ini motornya harus diservice ke bengkel biar normal lagi. Tapi kalau betah tiap saat pakai kick starter, ya gak apa apa juga sih. Cuma agak repot kalau lagi buru-buru. Nah, sampai di sini dulu tips dari saya. Semoga berhasil. Terima kasih sudah mampir. Dan, semoga tips menegakkan standar motor ini bermanfaat bagi yang membutuhkan. Salam hangat dari tepian pulau perca.

cara memasang standar tengah motor