Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, takabur adalah merasa diri mulia (hebat, pandai, dan sebagainya), angkuh, atau sombong. Lawan dari sifat takabur adalah tawadhu’, yaitu menghargai orang lain dan menerima kebenaran. Takabur adalah sikap sombong, merasa tinggi, dan merendahkan orang lain. Seseorang yang takabur tidak mau menerima kebenaran
Kesombongan cara pandang seseorang yang menilai dirinya terlalu berlebihan. Ada orang-orang yang sedemikian sombongnya sampai mengharapkan setiap orang terkagum-kagum dan patuh pada perintahnya. Seorang pria, kita sebut saja namanya Johan, yang sombong dan bertubuh agak besar, tertinggal kereta api. Kereta api berikutnya tidak akan berhenti di
Mungkin orang Farisi ini “hanya” memiliki satu dosa, yaitu kesombongan, namun sebagaimana dikatakan oleh C.S. Lewis, yang dia miliki adalah “the great sin.” Jika dibandingkan dengan kesombongan, C.S. Lewis berkata dalam bukunya, Mere Christianity, “kesenonohan, kemarahan, kerakusan, mabuk-mabukan, hanyalah sekedar gigitan nyamuk.”
Jika C. S. Lewis ditanya tentang ciri-ciri orang sombong, jelas sekali ia akan menjawab: “orang sombong adalah orang yang sering kali tersinggung dengan orang sombong lainnya.” Kalimat itu bukan kata-katanya, tetapi rangkuman dari pemahamannya.
“Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa.” - Amsal 21:4 “Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman.” - Amsal 16:5. Tinggi hati atau sombong merupakan hal keji yang dibenci Tuhan. Sayangnya, manusia kerap memiliki sifat ini.
Maka para wali Allah tersebut memiliki perbedaan dalam tingkat keimanan mereka, sebagaimana mereka memiliki tingkat yang berbeda pula dalam kedekatan Mereka dengan Allah. Mengenai Waliyullah, Pengasuh Majelis Ta'lim Al-Bahjah, Kh Yahya Zainul Maarif atau Buya Yahya menjelaskan ciri dan sosok wali masa kini. 2 dari 3 halaman.
.
ciri ciri orang sombong menurut kristen