metode tafsir seperti: metoda [Æ’Ă”â€”ĂŒË™], aliran [xĂ“ïŹ‚ĂŒË™], cara [|ÀÛƒâ€č˙], orientasi [(vĂŽÂȘ], dan corak [’Ö¹˙]. Kemudian dilanjutkan dengan perkembangan metode tafsir, pembagian metode tafsir kelebihan dan kelemahannya dan terakhir pembahasan mengenai metode yang relevan untuk penafsiran masa kini5. II. Pengertian Metode Tafsir Telah dikemukakan diatas, tafsir dengan metode tahlili ini relatif memberikan kesempatan yang luas kepada mufasir untuk mencurahkan ide-ide dan gagasannya dalam menafsirkan Al-Qur’an. Itu berarti, pola penafsiran metode ini dapat menampung berbagai ide yang terpendam di dalam benak mufasir, bahkan ide-ide jahat dan ekstrim pun dapat ditampungnya. Sebagian para pembaca tafsir ini menyatakan bahwa tafsir an-Nuur memiliki kemiripan dengan tafsir Al-Maraghi. Hal ini dijawab oleh Ash-Shiddieqy dalam muqaddimah tafsirnya bahwa memang ia merujuk kepada kitab tafsir al-Maraghi, disamping kitab-kitab tafsir lain seperti al-Manar, Tafsir Ibnu Katsir, tafsir al- Qasimy, dan tafsir al-Wadhih. Tafsir Ibnu dimulai dengan menyatakan Alquran Kathir termasuk tafsir jenis ma’tsur sebagai hidayah menuju jalan yang sedangkan tafsir an–Nasafi tergolong dimaksudkan pada surat al–Fatihah tafsir bi- ra’yi.19 tadi.22 Selain itu tafsir an–Nasafi Bentuk munasabah lain yang berorientasi aqidah dan tasawuf, dijelaskan para ahli tafsir Sistematika yang ditempuh Ibn Katsir dalam menulis kitab tafsirnya ialah dengan menafsirkan seluruh ayat-ayat Al-Quran sesuai susunannya dalam mushaf Alquran. Yaitu, ayat demi ayat dan surat demi surat. Ibn Katsir memulai dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat al-Nās. Tafsir Tafsir menurut bahasa artinya menyingkap (membuka) dan melahirkan. Adapun pengertian tafsir menurut para ulama yaitu sebagai berikut: [1] 1. Menurut Al-Kilabi tafsir adalah menjelaskan Al-Qur’an, menerangkan maknanya dan menjelaskan apa yang dikehendaki dengan nashnya atau dengan isyaratnya atau tujuannya. 2. .

metode dan corak tafsir ibnu katsir